Tujuan Keuangan: Menggambar Peta Perjalanan

Sudah jam 7 malam, Merry memutuskan untuk pulang kantor. Di luar sedang hujan, sehingga dia memanggil mobil online untuk sampai ke stasiun. Kemudian dia memeriksa aplikasi navigasi untuk melihat jalur yang paling cepat dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menuju stasiun.

Kira-kira seperti itu juga menetapkan tujuan keuangan. Tahu mau kemana, bagaimana caranya menuju kesana, dan kapan. Nah dari postingan sebelumnya kita sudah punya proyeksi nilai kekayaan dan laporan laba rugi yang akan dijadikan referensi untuk menetapkan tujuan keuangan. Lo akan merasakan bahwa tujuan keuangan ini kuat banget. Inilah yang mendasari industri keuangan dunia dan institusi-institusinya berdiri dan terus berkembang. Mereka memberi layanan bagi pihak-pihak yang menjalankan motif ekonominya masing-masing yang cita-citanya adalah keamanan secara keuangan (financial security). Kabar baiknya, tujuan ekonomi ini bebas untuk siapa saja.

Tujuan keuangan bisa apa saja, bebas mumpung bermimpi masih belum harus bayar, asal mengikuti kaidah SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, Timely).

  • Specific – spesifik. Membayar hutang 5 juta.
  • Measurable – terukur. Pembayarannya akan 1,25 juta per minggu.
  • Achievable – dapat dicapai. Contoh: Hal ini dapat dicapai kalau pengeluaran makan di restoran dikurangi dan mencari penghasilan tambahan.
  • Realistic – realistis. Agar tidak makan di restoran maka harus memasak sendiri. Mencari penghasilan tambahan dengan mengikuti survey online.
  • Timely – tepat waktu. Hutangnya akan dibayar dalam jangka waktu 4 minggu.

Layaknya seperti peta perjalanan di aplikasi navigasi, lo merinci tempat yang dituju persisnya ada dimana, berapa jaraknya, dituju dengan kecepatan berapa sehingga berapa lama akan sampai kesana, apakah ada macet atau engga, dan kalau ada macet bagaimana mengatasinya. Jadi disini lo tahu konsekuensinya, kalau lo ga menetapkan target tinggi ya lo akan stagnan. Sedangkan kalau lo berani menetapkan target tinggi, lo tahu semua usaha yang lo lakukan mesti serba ekstra. Sehingga, lo bisa mengambil keputusan secara sadar dan siap dengan segala konsekuensinya tapi perlu ada penyesalan di masa depan nanti. Dan namanya perencanaan memang jelimet, tapi coba deh lo lakukan sambil corat-coret di atas kertas. Tetap jelimet sih hehe, tapi sedikit demi sedikit ada secercah cahaya yang menerangi jalan 1 meter di depan walaupun perjalanan lo 1000 km ke depan. Seengganya nanti tinggal jalan saja dan ga terlalu akan merasa kaget-kagetan sewaktu di tengah jalan. Berikut penampakan secara keseluruhan dan link download.

Dummy data. Tujuan Keuangan.

Secara garis besar tujuan keuangan dibagi menjadi dua yaitu, untuk menyelesaikan masalah keuangan dan untuk mencapai mimpi. Tujuan untuk menyelesaikan masalah memang agak boring tapi itu akan memperkuat lo dalam jangka panjang. Contohnya:

  • Punya dana darurat. Jumlah dana darurat biasanya 3-6 kali bulan gaji.
  • Membayar hutang-hutang yang ada bunganya terlebih dahulu misalnya cicilan kartu kredit berbunga, cicilan alat transportasi, cicilan KPR.
  • Punya tabungan.
  • Punya dana pensiun.
  • Punya proteksi jiwa, kesehatan, properti dan isinya.

Sedangkan tujuan untuk mencapai mimpi akan memberikan lo gregetness aka kegregetan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Ini adalah contoh yang membuat greget yang sudah dilakukan manusia biasa seperti kita di luar sana:

  • Punya investasi sebesar x yang memberikan penghasilan tambahan.
  • Mengalokasikan x% penghasilan untuk investasi setiap bulannya.
  • Beli rumah atau properti lainnya.
  • Menang dalam transaksi saham selama x kali berturut-turut.
  • Buka bisnis.
  • Menjadi digital nomad, jalan-jalan sambil bekerja.
  • Menyekolahkan anak ke sekolah impian walaupun sekarang anak baru lahir berhubung biaya sekolah mahal dan kenaikan setiap tahunnya tinggi.
  • Menyumbang sebesar x untuk pergerakan yang dipercaya misalnya pemberdayaan anak jalanan, dll.

Dari segambreng contoh di atas, lo bisa pilih 3 yang paling penting untuk diprioritaskan. Coba dulu rincikan secara SMART untuk 1 tujuan, lebih detail lebih baik sehingga lo bisa merencanakan langkah apa yang harus diambil untuk mencapainya. Ketika akhir minggu, bagus banget kalau lo bisa merincikan 1 tujuan. Atau mungkin 1 tujuan itu bisa lo lakukan dalam 2 minggu.

Ketika lo membuat tujuan keuangan, emang ga bisa dibandingkan dengan tujuan orang lain karena motivasi dan latar belakang satu orang dan lainnya pasti berbeda. Apa yang menurut orang lain penting belum tentu lo anggap penting begitupun sebaliknya. Jadi perbedaan itu hal yang biasa. Akan tetapi, ketika keuangan lo melibatkan orang lain misal pasangan, akan sangat bagus kalau hal ini dikomunikasikan sehingga bisa saling mendukung.

Ok sementara itu dulu, nanti ada bagian untuk merencanakan tindakan yang harus dilakukan dalam rangka mencapai tujuan keuangan yang sudah lo buat. Bear with me, stay tune!

Leave a Comment

%d bloggers like this: