Pusingnya Mempekerjakan Asisten Rumah Tangga

Mempekerjakan asisten rumah tangga seperti menukar uang dengan waktu. Kita berharap mereka dapat mengerjakan tugas rumah tangga dengan baik sementara kita melakukan hal lainnya. Akan tetapi, bagaimana apabila hasil pekerjaan mereka tidak sesuai dengan yang kita inginkan?

Di saat gue yang sudah mamak-mamak ini sedang rempes dengan usahanya, tiba-tiba hari ini Mbak ART harian ga memperlihatkan diri lagi dan ga bilang apa-apa sama sekali. Ditelepon ga diangkat, SMS ga dibalas, cuma angkat telepon dari pengasuhnya Curie bilang dia ga kesini lagi. Gue menebak-nebak kenapa ya kok dia  begitu pada gue?

Prahara dengan Asisten Rumah Tangga

Sebenernya gue sendiri punya asumsi. Waktu pertama dia belum ada perkerjaan yang lain, gue bersepakat dengan Mbak buat bayar 400 ribu sebulan dengan hari kerja berselang satu hari. Di daerah sini standarnya 800 – 900 per bulan kalau datang setiap hari. Lagipula dia cuma mengurus kebutuhan dua orang dewasa di rumah ini, karena kebutuhan Curie udah ada yang urus. Jadi ketika dia minta naik 450, kita ga sepakat.

Ternyata perkerjaannya juga kurang bagus, karena peletakan baju di lemari ga teratur, terus dia melewatkan beberapa pekerjaan seperti mengelap kaca jendela. Hasil membersihkan kamar mandi pun kadang kurang bersih. Terus dia minta hari kerjanya jadi 3 hari seminggu, gue iyain biar cepet karena gue waktu itu sedang rempes. Ini seperti ayam dan telur, entah dia bekerja setengah hati gara-gara merasa bayarannya kurang, sehingga aku pun jadi kurang sreg kalau mau naikin bayarannya. Apalagi minta jadi 3 hari. Praktis berdasarkan kesepakatan awal, saya yang ada dalam posisi kerugian.

Masalah yang Semakin Meruncing

Akhirnya gue buatkanlah suatu tabel agar dia ga lupa dengan apa yang perlu dikerjakan, dan agar gue pun ga perlu bawel nyuruh dia ini nyuruh dia itu. Tapi sepertinya ada masalah dari komunikasi kita:

  1. Dia sepertinya keblinger dengan pekerjaan yang terlihat banyak, padahal udah dijelaskan bahwa beberapa perkerjaan itu frekuensinya macam-macam. Ada yang 1 x seminggu, 1 x 2 minggu, 1 x sebulan, bahkan 1 x 2 bulan. Padahal banyak pekerjaan yang dia ga perlu lakukan. Seperti kita tetep cuci bed cover ke laundry, atau gue tetep mencuci barang-barang yang lain.
  2. Ada beberapa aktivitas yang beririsan sama pengasuh Curie yang mungkin membuat dia gak nyaman. Mungkin harusnya gue ga perlu menulis aktivitas tersebut di tabelnya, jadi gue mengakui poin yang ini berasal dari gue.
  3. Mungkin setelah melihat tabel pekerjaan itu, dia merasa bahwa dia berhak mendapatkan lebih. Sedangkan dia ga menerima sinyal dari gue bahwa bayarannya akan ditambah. Tapi coba dia lihat dari sudut pandang gue, mungkin dia pun akan ogah menambah bayaran karena hasil pekerjaannya kurang bagus, apalagi hari kerjanya berkurang. Dan dia juga tahu kalau ternyata gue terbukti bukan orang yang pelit pada dia.
Daftar Pekerjaan Asisten Rumah Tangga
Daftar Pekerjaan: Bom Nuklir Sumber Perseteruan

Keteraturan dan Komunikasi

Walaupun hubungannya jadi ga bagus dengan Mbak ini, gue akan pakai tabel ini buat ngejelasin pekerjaan rumah terhadap Mbak yang baru nanti. Biar rasa kesalnya hilang, karena bikin gregetan banget.

Jadi sebaiknya dari awal kita sudah menjelaskan secara rinci dan tertulis tugas-tugas dia apa. Sehingga, prosesnya bisa berjalan secara otomatis dan ga banyak merugikan kita. Selain itu, kalau dia minta naik bayaran jadinya sama-sama punya referensi yang sama. Kemudian kalau dia minta tambahan, seengganya kita lebih punya gambaran keberatan dari Mbak ART ada dimana. Dan mudah-mudahan kita pun akan mendapatkan keteraturan yang seutuhnya di rumah yekan yekan…

Leave a Comment

%d bloggers like this: