Mengatur Sudut Pandang

Ketika memulai blog ini, harapannya adalah bisa mendokumentasikan perjalanan gue di dunia wirausaha yang serba abstrak ini. Gue merasakan dengan jelas kegamangan yang muncul dan ada saat tertentu ketika rasanya sangat menantang untuk mengajak diri sendiri kembali bersemangat. Oleh karena itu, gue pun berharap bahwa blog ini memberikan imbas bermanfaat yang bisa membantu calon wirausaha lain yang baru mulai juga atau pembaca umunya, walaupun cuma super ala kadarnya dan kurang signifikan dalam memecahkan problematika yang sedang dihadapi oleh yang baca.

Secara pribadi, gue merasa bahwa kekuatan fondasi keuangan individu merupakan hal yang sangat penting terutama untuk mereka yang memutuskan menjadi pengusaha. Ada orang-orang tertentu yang memiliki pendekatan untuk mengambil langkah berisiko tinggi dan ternyata berhasil dalam usaha mereka. Gue sendiri memiliki profil pengambil resiko yang rendah, misalnya gue suka deg-degan waktu beli saham dalam jumlah yang agak banyak dengan memakai pendekatan short-term trading. Untuk orang-orang seperti gue, akan sukses frustasi ketika memutuskan memulai wirausaha tanpa fondasi keuangan yang rada-rada lumayan dikit. Gue setuju bahwa kita harus siap mengambil resiko ketika hal tidak berjalan sesuai dengan keinginan kita. Disini gue hanya ingin memastikan bahwa ketika memang resiko itu tidak dapat dihindari, setidaknya gue bisa tetap fokus dengan tugas-tugas yang harus dilakukan dan ga dilanda kecemasan berlebih karena hasil usaha kita tidak sesuai dengan yang diinginkan.

Jadinya gue mengambil personal finance sebagai payung cerita besar dari blog ini. Kemudian terus terang gue sempat bingung bagaimana caranya agar struktur artikel dalam blog ini dipahami oleh yang baca karena mungkin saja gue menghilangkan benang merah antar artikel. Hingga gue menemukan infografik ini. Isinya seperti personal finance pada umumnya tapi visualisasinya keren dan sesuai dengan konten blog ini nantinya.

Cakupan Personal Finance

Sepakat banget dengan gambar di atas bahwa mengatur keuangan kita itu langsung ga langsung seperti mengatur hidup kita juga. Kita dipaksa untuk menghayalkan mimpi-mimpi, merumuskan langkah-langkah, dan menjadi pelaku karena kita ga bisa bayar toko sebelah buat menjalankan langkah-langkah yang penting. Coba liat juga di foundation skill yang diperlukan untuk membentuk dan menajamkan sudut pandang kita tentang personal finance. Mungkin emang ribet ya kalau kita ga suka tapi harus mengalokasikan waktu untuk nyimak hal yang berkaitan dengan topik-topik itu. Dan gue pun setuju banget dengan slogan enjoy aja ga usah serius-serius banget. Terus gimana dong biar bisa menjalani petualangan ini dengan lebih terarah sehingga bisa enjoy?

Ini insight gue pribadi ya, yang mungkin ga dirasakan oleh orang lain tapi nice try aja siapa tau mengena. Gue pernah denger istilah gamification buat bikin pembeli loyal sama kita, contohnya semacam kartu yang dicap setiap belanja terus nanti bisa ditukar dengan hadiah. Nah mungkin bisa juga mendalami topik-topik tentang personal finance ini seperti gamification. Jadi kalau udah baca 10 artikel, kita bisa makan coklat. Atau apapun bentuk insentif yang menarik. Yang penting membuat diri sendiri gregetan untuk terus merapikan kondisi keuangan kita.

Kepikiran cara lain ga?

Leave a Comment

%d bloggers like this: