Membuat Website yang Aman

Kalau mau membuat web e-commerce, butuh keamanan yang lumayan tinggi karena melibatkan transaksi keuangan. Tapi biasanya sistem keamanan yang ada di pasaran harganya lumayan mahal, apalagi untuk pemula yang belum ada omset penjualan.

Terkena malware sangat ga menyenangkan karena membuat website terkunci beberapa kali. Dalam seminggu bisa sampai 3 kali terkunci. Jadi banyak waktu malah terbuang untuk mengembalikan website seperti semula. Itu kan butuh waktu juga buat scan sama memeriksa kalau file tertentu beneran malware atau bukan. Belum lagi kalau menghapus suatu file, website malah jadi crash. Jadinya malah tambah pusing. Waktu itu gue pake CMS WordPress dan plugin security Wordfence yang free jadi scanning ga bisa dijadwal. Setelah kena malware, kemudian tambah plugin security macam-macam. Hasilnya, lebih jarang terkena malware tapi kinerja web menjadi lambat dan memakan lumayan banyak storage. Akhirnya setelah terkena malware hingga membuat website terkunci sekali lagi, gue memutuskan mencari hosting luar negeri siapa tahu ada pilihan yang oke.

Dan ternyata memang hosting luar menawarkan alternatif yang lebih terjangkau. Ga nyangka banget sih. Gue juga ga paham kenapa bisa gitu ya. Gue sangat cinta produk Indonesia tapi perbandingan ini nyata loh bahwa gue harus bayar lebih mahal untuk hosting sebelumnya. Dengan harga yang sama, storage yang gue dapatkan jauh lebih besar beserta dengan sistem keamanan berkualitas yang terjangkau dengan kinerja tetap oke. Gue merekomendasikan 1and1.com karena sudah beberapa minggu ini gue belum pernah sekalipun mendapatkan peringatan malware lagi. Ini gue capture ya penampakan harganya. Harga di bawah ini berlaku kalau pembayaran dilakukan di awal selama 1 tahun.

WordPress itu CMS favorit gue dan sekitar 35% website di dunia memakai WordPress sebagai platform karena mudah dan praktis. Kalau mau bikin toko, tinggal install plugin woocommerce atau plugin alternatif lainnya. Oleh karena itu gue memilih Hosting WordPress Plus agar pengelolaan dan update WordPress dilakukan oleh pihak 1and1.com. Selain itu, karena mereka yang monitor, mereka juga akan ngejagain website kita dari malware. Walaupun pada akhirnya toko gue ga pake hosting WordPress karena ternyata ada plugin yang butuh fitur tertentu dan ga bisa disediakan oleh Hostong WordPress. Tapi gue install SSL dan site lock agar website tetap aman sentosa. Sedangkan untuk kinerjanya lumayan oke, karena pake CDN. Jatah Hosting WordPress kemudian gue pake buat website yang lain karena ada beberapa website. Walaupun yang lainnya ga pake SSL dan site lock, tetap aman karena dijagain seperti yang udah gue ceritakan sebelumnya. Terutama karena bukan toko juga, jadi standar kemanannya cuma perlu yang biasa aja.

Kalau pake paket hosting biasa harganya sama saja. Perbedaannya hosting biasa lebih fleksibel tapi setiap pembaharuan WordPress harus dilakukan sendiri. Selain itu harus tambah sistem keamanan sendiri. Kalau mau plus Site Lock, maka menambah 1.5 USD per bulan untuk basic atau 5 USD per bulan untuk Pro.

Cons nya cuma 1 kalau pake 1and1.com, layanan pelanggannya tidak menyediakan tiket jadi perlu menelepon kesana langsung dan berkonsultasi dengan Bahasa Inggris. Awalnya gue pake saluran internet berbayar, tapi ternyata kalau nelpon pake Skype gratis karena nomornya toll free. Sekali nelpon bisa sejam karena bener-bener dibantuin sampai beres jadi bisa sambil makan siang juga.

Rata-rata hosting luar negeri pelayanannya lewat sambungan telepon tapi secara itung-itungan harga produk lebih terjangkau. Hosting luar lainnya yang sering digunakan adalah BlueHost, HostGator dan GoDaddy.

Hosting dalam negeri juga oke sih, walaupun untuk kasus kemarin agak kurang sesuai dengan kebutuhan. Hosting dalam negeri yang sering digunakan adalah NiagaHoster, DomaiNesia, dan Dewaweb.

Leave a Comment

%d bloggers like this: