Memancing Ikan di Lautan Digital

Tahu Raffi Ahmad dan Nagita Slavina? Pasti lah yaa… Terlepas dari gosip kontroversial yang melekat pada mereka, akun Instagram mereka adalah salah satu yang paling mahal di Indonesia menurut Tirto.id. Para pengiklan rata-rata harus membayar sebesar 22 juta untuk setiap endorsement di yang Instagram mereka. Cetar kan? Atau ada juga yang sukses namun tidak memiliki latar belakang artis pada awalnya seperti Awkarin. Dia juga berhasil meraup banyak uang dari Instagram.

Di era perkembangan digital yang pesat ini, banyak hal yang bisa membuat terheran-heran termasuk cara menghasilkan uang. Dulu siapa sangka hanya upload satu foto saja bisa dibayar? Dan trend seperti ini terlihat meningkat terus. Makin banyak akun-akun Instagram yang melakukan endorsement dengan menetapkan berbagai tarif.

Yang menarik, monetesasi Instagram adalah salah satu bagian dari fenomena digital yang sangat besar. Mulai dari hal yang serupa seperti content creation, web development, e-commerce, management dan analisis yang mendukungnya, semuanya ikut berkembang pesat. Banyak pihak yang mulai mencari-cari bagaimana caranya mengkomersialkan potensi mereka lewat digital walaupun caranya masih meraba-raba karena tidak ada yang tahu persis kemana semua ini akan berujung. Sehingga untuk ikut memanfaatkan trend saat ini, satu-satunya cara adalah untuk memulai saja berhubung situasi selalu berubah dan bahkan sepertinya tidak ada orang yang mengerti dari ujung ke ujung dunia internet ini. Seperti anak kecil yang tidak tahu caranya memancing, tapi tetap saja memancing di lautan digital.

Dengan peluang yang seperti tidak terlihat ujungnya, maka kita perlu punya pola pikir berkelimpahan di kepala kita. Jadi gini misalnya, Selena dan gue sama-sama website developer nih tapi kita punya kekuatan masing-masing. Dia jago banget bikin website yang design graphic nya keren banget. Sedangkan gue bisanya bikin website dengan antarmuka yang bersahabat. Sehingga kita punya klien yang berbeda. Hal ini kalau dalam bahasa marketing disebut positioning. Jadi sambil menavigasi peluang digital yang banyak ini, sambil dipikirkan ya kira-kira kemampuan masing-masing yang bisa dijual apa. Jadi sebenernya, ketika lo melihat suatu peluang tapi ternyata sudah ada yang pernah melakukannya dan sudah besar, tetap lakukan saja. Tapi syaratnya, solusi yang lo sediakan harus kuat identitasnya. Apa yang berbeda dan lebih baik yang lo bisa berikan pada pelanggan? Perlu berani dalam bersaing, karena peluangnya sangat besar dan kekuatan solusi yang kita tawarkan pun akan terasah seiring waktu dan pengalaman.

Oya, beberapa artikel menyebutkan kalau beberapa pekerjaan akan hilang dengan adanya disrupsi ini, namun diganti dengan pekerjaan-pekerjaan baru yang jumlahnya sama bahkan lebih daripada yang menghilang. Sayangnya, sumber daya manusianya tidak siap dengan perkembangan ini sehingga akan ada selisih besar antara kebutuhan dan pasokan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan tertentu. Nah, agar terus relevan dengan kebutuhan jaman, jangan lupa cek cek Coursera ya. Atau kalau lo lebih nyaman dengan Bahasa, ada juga situs belajar dalam negeri yaitu IndonesiaX dan KelasKita. Dengan mempertajam kemampuan kita, harapannya nanti bisa tahu content bermanfaat apa yang bisa menarik minat banyak orang berhubung ada penelitian baru yang menyebutkan bahwa Gen Z pun bahkan mulai lelah dengan social media karena membuat mereka merasa tidak memiliki hidup yang lengkap ketika tidak bisa posting foto yang keren dan sempurna. Karena perubahannya cepat banget, masing-masing dari kita perlu proaktif dan bertanggung jawab mencari apa yang cocok karena individu itu lebih fleksibel. Ga bisa selalu tergantung sama institusi, berhubung mereka juga ada batasan dalam mengikuti perubahan karena butuh koordinasi dan birokrasi. Justru mungkin nanti akan jadi berimbang, individu-individu akar rumput yang akan ikut membentuk arah organisasi yang mereka tinggali.

Ok, sudah siap ya. Besok kita mulai dengan tiga cara mencari penghasilan yang paling sederhana dulu di dunia persilatan internet ini.

Leave a Comment

%d bloggers like this: