Investasi Tepat Sasaran Untuk Pemula

Banyaknya tujuan keuangan yang perlu dicapai menuntut kita untuk memprioritaskan hal-hal yang peting. Mulai prosesnya dengan mengetahui lebih lanjut tentang dasar-dasar investasi sehingga kita bisa memilih dengan benar.

Gue teringat saat pertama kali dengar istilah investasi kok ya bayanginnya ruwet, berhubung dulu cuma tau emas dan tanah aja. Tapi orang-orang bilang itu penting, jadi gue iseng-iseng aja beli reksadana. Apalagi setelah punya anak, ternyata pengeluaran naik secara drastis loh. Sehingga gue pun mulai menangani kondisi keuangan pake niat. Dan gue pun ga sendiri karena ternyata banyak juga orang di luar sana yang menghadapi situasi sama, mungkin lo salah satunya.

Kenapa Perlu Investasi?

Kita pasti ingin kehidupan kita terus meningkat dari waktu ke waktu. Di sisi lain, harga untuk membeli kebutuhan sehari-hari pun terus naik. Kenaikan harga properti setiap tahun sekitar 8%-10% dengan catatan bahwa angka inflasinya 3%. Kalau angka inflasi naik, biasanya kenaikan harga properti pun ikut naik. Selain itu, biaya pendidikan anak naik sekitar 10% setiap tahun. Kalau sekolah swasta yang bagus, lebih tinggi lagi ya kenaikannya. Lalu akan hidup enak seperti apa kalau uang yang kita hasilkan langsung habis oleh kebutuhan-kebutuhan jangka pendek? Bagaimana nanti bayar DP rumah atau uang pangkal sekolah?

Apa Itu Investasi?

Investasi merupakan pengalokasian uang terhadap suatu instrumen tertentu sehingga uang tersebut naik nominalnya dari waktu ke waktu yang presentasenya harus melebihi inflasi. Setelah kita bekerja keras menghasilkan uang, investasi adalah kerja cerdas untuk mempertahankan dan meningkatkan nilai real dari uang yang kita miliki.

Masalah Berinvestasi

Terus terang proses belajar investasi ini agak sulit buat gue dulu. Mungkin akarnya adalah seolah-olah ada aturan ga tertulis bahwa membicarakan keuangan itu hal yang tabu dan kurang pantas. Sehingga masyarakat secara luas memiliki kesadaran yang rendah tentang kondisi keuangan pribadi. Kesadaran rendah otomatis membuat orang yang bener-bener paham tentang pengelolaan keuangan keluarga hanya sedikit. Kalau pake jasa ahli yang bersertifikasi, ada syarat berupa batas minimal kekayaan yang kita miliki yang mana ga gue punya saat itu. Kalau di buku atau artikel, jatuhnya teori yang kadang-kadang ga pas dengan situasinya.

Untungnya dengan pergeseran nilai dan budaya yang dalam kasus ini positif, membicarakan kondisi keuangan sekarang mulai diterima oleh kalangan umum. Kita bisa memberikan saran satu sama lain tentang langkah-langkah yang bisa dilakukan, bukan hanya teori. Bertahun-tahun dengan mencari wawasan sambil mempraktekan, gue pun ada best practice yang bisa berguna dalam setiap keputusan investasi yang lo ambil.

Posisi investasi dalam struktur keuangan.
Posisi investasi dalam struktur keuangan.

Evaluasi: Investasi vs Bayar Hutang?

Apakah masih punya hutang konsumtif berbunga? Seperti yang sudah dibahas, kita perlu melunasi hutang konsumtif berbunga bahkan sebelum mengumpulkan dana darurat.

Bagaimana dengan hutang produktif?

Ada berbagai pendekatan ketika memilih berinvestasi dan membayar hutang produktif seperti KPR. Tentunya kalau pendekatan idealis menyarankan untuk membayarnya lebih dulu karena ada faktor bunga yang kurang menguntungkan. Tapi melunasi KPR itu butuh waktu panjang, sedangkan kita mungkin ada kepentingan lain yang tidak kalah penting dalam jangka waktu lebih pendek.

Hal yang pasti, ketika kita ingin mengumpulkan uang untuk sesuatu lain yang horizon waktunya lebih pendek misalnya pendidikan, maka pastikan disimpan di instrumen yang bunga atau kenaikannya lebih tinggi daripada inflasi. Pastikan resiko instrumennya juga rendah ya karena periodenya pendek.

Prioritas Pertama: Dana Pendidikan

Setelah membayar hutang konsumtif dan mengalokasikan dana pada asuransi yang penting, prioritaskan pada dana pendidikan apabila sudah berkeluarga. Setelah punya anak, gue baru ngeh dengan mahalnya biaya pendidikan. Uang pangkal TK favorit jaman sekarang aja angkanya bisa seharga motor atau lebih. Tapi sebagai orang tua, kita pasti maunya memberikan pendidikan yang bagus buat anak-anak kita nantinya kan. Jadi sebisa mungkin, ketika mulai hamil atau bahkan sebelumnya, alokasikan uang untuk dana pendidikan setiap bulannya. Bisa 5%-15% penghasilan setiap bulannya. Sejujurnya gue terlambat melakukan hal ini dan sekarang merasa agak menyesal. Kalau bisa kembali ke masa lalu, ini termasuk hal yang pertama yang akan gue benerin. Oya, dana pendidikan ini ga boleh dipakai untuk kepentingan lainnya ya.

Prioritas Kedua: Dana Pensiun

Kalau udah tua nanti, pasti gamau dong nyusahin anak kita nantinya dari aspek keuangan. Tapi kalau mereka emang mau menanggung kita sih ya jangan ditolak juga. Tapi lebih baik siap sedia untuk masa tua nanti saat kita tidak memiliki pekerjaan lagi. Memang setelah masa pensiun, beberapa orang bisa mencari pekerjaan lagi tapi itu hanya berlaku bagi sebagian kecil orang. Jadi untuk memastikan kualitas hidup terjaga, sebaiknya siapkan dana pensiun yang cukup.

Apabila bekerja di perusahaan, ada beberapa yang menyediakan paket dana pensiun iuran yang dibayarkan perusahaan. Ambil, kapan lagi dapat uang gratis? Sedangkan untuk dana pensiun individu, ada Jaminan Hari Tua dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan yang disediakan bank maupun asuransi.

Dana Berlebih untuk Investasi

Apabila hutang sudah lunas, asuransi komplit, dana darurat, dana pendidikan, dan dana pensiun sudah cukup, maka saatnya berinvestasi. Investasi dalam konteks ini adalah investasi yang sesuai dengan profil resiko dan preferensi pemilik modal, misalnya membeli properti atau membeli instrumen keuangan secara jangka panjang. Namun, ini berbeda dengan konteks investasi yang resikonya sangat tinggi sehingga kemungkinan merugi juga cukup besar seperti perdagangan mata uang atau saham harian. Ada alokasi khusus untuk aktivitas tersebut.

Sarana Investasi

Ada banyak sarana investasi mulai dari sektor nyata maupun instrumen keuangan. Favorit gue adalah reksadana karena merupakan diversifikasi kumpulan saham yang dikelola oleh para ahli sehingga gue tidak perlu bersusah payah mengawasi secara ketat investasinya walaupun kadang kita harus bayar jasa mereka. Sedangkan investasi yang lain untuk kalangan umum contohnya saham, obligasi, index fund, emas, dan properti. Kuncinya adalah diversifikasi untuk kestabilan dan pengembalian yang optimal. Untuk detailnya akan kita balas di postingan yang lain.

Ada Yang Ingin Ditanyakan?

Cerna-cerna dulu, apabila ada yang ingin ditanyakan, jangan ragu menulis komentar atau mengirim email keĀ info@palbislo.com. Tentunya akan kita balasĀ dong!

Leave a Comment

%d bloggers like this: