Dana Darurat Bagaikan Payung Saat Hujan Turun

Musibah bisa terjadi kapan aja tanpa disangka-sangka, bahkan ketika kita sedang dalam jalur yang lancar meraih cita-cita. Dana darurat akan membantu meringankan beban yang ada pada saat seperti itu sehingga kita bisa lebih proaktif dalam mencari solusi.

Kita tidak bisa memilih apa yang terjadi dengan kita di masa depan, tapi kita bisa memilih apakah kita membiarkan diri sendiri terombang-ambing masalah tersebut, atau mengedalikan masalah tersebut.

Kemarin sedang panas info tentang suatu perusahaan transportasi online yang menghentikan operasinya di Asia Tenggara dan saat ini sedang dalam proses transfer para pegawainya ke perusahaan pembeli. Coba kita bayangkan kasus lain yang situasinya lebih parah, saat transfer pegawai bukan bagian dari kesepakatan, sehingga pekerjaan baru harus dicari.

Atau misalnya motor tiba-tiba rusak, padahal perlu banget karena setiap hari dipakai ke kantor. Jadilah harus diperbaiki dengan biaya yang lumayan bikin kantong bolong.

Pait, pait, pait. Kita ga boleh mikir yang jelek-jelek sih tapi tetep aja itu bukan alasan untuk ga sedia payung sebelum hujan.

Dana Darurat itu Apa?

Perumpamaannya seperti payung yang dipake waktu hujan, dana jenis ini ada buat melindungi kita pada saat yang sulit dan tiba-tiba terjadi. Jadi kalau tiba-tiba impulsif ingin beli sesuatu, ga bisa pake dana darurat ya gengs.

Kenapa Butuh?

Kita bukan superhuman yang memiliki daya tahan tinggi terhadap hujan deras dan badai. Tapi kalau ujan, becek, ga ada ojek, kita tetep bisa jalan tanpa takut sakit karena ada… payung. Saat ga punya dana darurat, biasanya orang cenderung panik bagaimana dia akan memenuhi kebutuhannya esok hari. Hal ini menyebabkan dia mencari pinjaman atau kartu kredit, terus panik lagi karena ga tahu cara bayarnya, seperti berlari-lari di lingkaran kutukan.

Dana darurat memutuskan rantai lingkaran kutukan tepat sebelum itu mulai berjalan dan memberikan rasa aman dalam jangka pendek, sehingga orang yang terkena musibah akan lebih berpikiran sehat dan proaktif dalam mengambil solusi. Jadi dana ini super duper lebih penting dari dana pensiun, investasi, dan lain-lainnya sehingga harus diprioritaskan.

Sekarang kebayang kan pentingnya dana darurat. Berikut 3 langkah praktis untuk mengumpulkannya.

Hitung Berapa Kebutuhannya

Kebutuhan seberapa dana yang harus dikumpulkan bener-bener tergantung dengan situasi masing-masing saat ini.

Punya hutang konsumtif berbunga?

Maka kumpulkan dulu 2 minggu penghasilan atau minimal 10 juta. Kemudian fokus pada pembayaran hutang tersebut.

Hutang konsumtif berbunga hanya menambah situasi sulit ketika adanya musibah. Saat tidak bisa membayar, bunga menjadi efek bola salju yang sulit dihentikan. Hal ini ga sepadan, karena ga ada orang yang seharusnya kesusahan demi membeli dan mempertahankan barang yang nilainya turun dari waktu ke waktu. Contohnya hutang konsumtif berbunga adalah membeli TV dengan cicilan sekian persen.

Seberapa mudah mencari pekarjaan baru?

Apabila mudah mencari pekerjaan baru dan tidak punya hutang konsumtif berbunga, maka jumlah yang disarankan adalah 3-6 kali pengeluaran bulanan. Makin sulit mencari perkerjaan, karena misalnya industri sedang lesu atau faktor lainnya, maka dana yang dikumpulkan harus lebih besar.

Menimbun Dana

Mulai kumpulkan dana dengan niat kuat dan disiplin yang tinggi, karena kegiatan ini memang kurang inspiring. Ga seperti investasi atau main saham, hal ini ga asik kalau jadi bahan obrolan dengan kawan-kawan lainnya, kecuali yang senasib sedang melakukan hal sama. Bagaikan fondasi bangunan, dana darurat memang ga ada sisi indah-indahnya tapi harus super kuat.

Posisi dana darurat dalam struktur keuangan
Posisi dana darurat dalam struktur keuangan.

Satu lagi yang membuat pengumpulan dana ini menantang adalah dana yang harus dikumpulkan sebanyak 3 kali penghasilan atau 300%, sedangkan kita rata-rata per bulan cuma bisa nabung 10%-20%, artinya butuh waktu 15 – 30 bulan untuk mengumpulkan dana darurat! So saadd…

Tapi ga perlu berkecil hati kalau mau dananya lebih cepat terkumpul, kuncinya cuma satu yaitu tega hehehe. Berikut contoh-contoh aktivitas untuk menimbun dana darurat:

  • Jual barang yang ga dibutuhkan. Lumayan menambah uang untuk disimpan.
  • Memasak makan siang sendiri. Ini lumayan memotong pengeluaran secara signifikan dibandingkan beli di luar.
  • Berhenti jalan-jalan untuk setahun aja. Kalau dana udah kekumpul, baru jalan-jalan lagi sesuka hati.

Simpan Di Mana?

Bisa simpan dimana saja tergantung preferensi. Ada juga yang mengikuti kaidah 50/30/20 untuk dana darurat.

  • 20% disimpan di tabungan yang bisa langsung dicairkan. Per tanggal 2 April 2018, suku bunga tabungan sekitar 1%-3% sedangkan inflasi 3%-4% jadi siap-siap kehilangan nilai uang untuk kompromi dengan sisi kemudahan pencairan.
  • 30%  disimpan di reksadana pasar uang atau deposito. Proses pencairan sekitar 1-2 hari dengan suku bunga di atas inflasi.
  • 50% disimpan di reksadana resiko menengah dengan proses pencairan 1 minggu. Tujuannya adalah untuk mengambil keuntungan juga karena reksadana yang bagus dikelola oleh ahli-ahli pandai yang akan berusaha keras menjaga dana dan bahkan memberikan keuntungan bagi para pelanggannya.

Ada Yang Ingin Ditanyakan?

Cerna-cerna dulu, apabila ada yang ingin ditanyakan, jangan ragu menulis komentar atau mengirim email ke info@palbislo.com. Tentunya akan kita balas dong!

1 thought on “Dana Darurat Bagaikan Payung Saat Hujan Turun

Leave a Comment

%d bloggers like this: