Apakah Dapat Dicapai?

Setelah merinci target keuangan menjadi SMART, sekarang kita lihat yuk apakah mungkin dapat tercapai. Ini hal-hal yang dibutuhkan:

  1. Proyeksi angka surplus tiap bulan. Ini didapatkan dari postingan sebelumnya, dengan mengasumsikan pengeluaran sama dengan budget.
  2. Proyeksi neraca keuangan dengan mempertimbangkan situasi saat ini. Berapa banyak aset yang bertambah atau hutang yang berkurang dari bulan ke bulan, dengan asumsi angka surplus saat ini. Kenaikan gaji atau bonus juga bisa dimasukan dalam proyeksi ini.
  3. Target SMART.

Berdasarkan postingan sebelumnya, kita punya neraca keuangan proyeksi dan aktual. Kita tambah satu lagi neraca keuangan target yang menyertakan unsur target SMART.

Contoh kasus sederhana,

Target: dalam 10 bulan ini ingin sudah mengumpulkan dana darurat sebanyak 3x pengeluaran bulanan.

Penghasilan: 5 juta per bulan.

Pengeluaran: 4,5 juta per bulan

Dana darurat: 3 x 4,5 juta = 13,5 juta

Maka begini ilustrasinya.

Dummy Data. Target penambahan tabungan 1,4 juta setiap bulan.
Dummy Data. Proyeksi penambahan tabungan 500 ribu mempertimbangkan kondisi saat ini.
Dummy Data. Realisasi neraca keuangan.

Nah terlihat kan bahwa ada selisih 900 ribu yang harus dipenuhi tiap bulannya. Apakah hal itu dapat diatasi? Beginilah kira-kira jawaban atas pertanyaan tersebut.

Decision Tree.

Contoh kasus ini cukup mudah sehingga tidak terlalu rumit pemecahan di atas kertasnya, walaupun penerapannya pasti sangat akan melelahkan. Contoh lain mungkin akan jauh lebih rumit, kadang tidak tahu darimana harus memulai. Oleh karena itu simulasi dan visualisasi diperlukan dalam memecahkan persoalan yang rumit. Keputusan yang diambil sangat tergantung pada situasi dan kondisi kita pada saat tersebut.

Mengurangi pengeluaran merupakan hal yang lebih mungkin dilakukan karena seluruh kendali ada pada kita. Dengan mengetahui tips trick nya dan perencanaan yang matang, maka pengeluaran dapat segera dikurangi. Apa mau mengorbankan gaya hidup saat ini atau tidak, hal itu menjadi preferensi masing-masing. Berikut contoh mengurangi pengeluaran.

  • Periksa anggaran dan kurangi hal-hal yang tidak perlu. Gunakan semua seperlunya mulai dari air, listrik, dan lainnya. Kalau tidak dipakai, ya matikan. Usahakan tidak mengurangi anggaran untuk beramal.
  • Memindahkan waktu belanja ketika ada diskon. Katalog belanja toko retail bisa didapat di https://www.dimanabelanja.co.id atau e-commerce seperti Blibli, Lazada, Tokopedia, Bukalapak pun menyediakan informasi diskon yang sedang berlangsung.
  • Banyak tips dan trick di internet untuk mengurangi pengeluaran yang akurat karena hal ini lebih mungkin dilakukan.

Di sisi lain, menambah pengahasilan merupakan hal yang lebih menantang karena begitu banyak ketidakpastian namun langkah ini membuat diri sendiri merasa lebih puas apabila berhasil dilakukan. Hati-hati ketika Googling cara menambah penghasilan karena banyak pihak yang tidak bertanggung jawab mencari kesempatan dalam kesempitan. Berikut ini 3 paling mudah yang sudah terbukti menghasilkan uang, walaupun faktor ketidakpastiannya masih tinggi.

  • Melakukan survey online.
  • Memasarkan produk.
  • Dropship.

Penjelasan untuk menambah penghasilan kita lanjutkan minggu depan ya berhubung Sabtu Minggu libur. See you!

Leave a Comment

%d bloggers like this: